Pertamina Memohon Maaf Dirut Pertamina Ke Masyarakat
caibo02.xyz – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas keresahan yang timbul akibat dugaan kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
“Saya, Simon Aloysius Mantiri, sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ujar Simon dalam konferensi pers di Grha Pertamina, Jakarta, Senin.
Simon mengakui bahwa kasus yang mencuat telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di pasaran. Atas dasar itu, ia menegaskan komitmen Pertamina untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola perusahaan dan memastikan bahwa kualitas BBM yang dijual sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Kami akan membenahi diri, kami akan memperbaiki diri,” kata Simon.
Komitmen Perbaikan dan Transparansi
Dalam kesempatan yang sama, Simon juga menyampaikan bahwa PT Pertamina telah melakukan uji laboratorium terhadap BBM yang beredar di pasaran. Uji tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap 75 sampel BBM Pertamina.
“Hasil uji laboratorium dari Lemigas menegaskan bahwa kualitas BBM yang dipasarkan oleh Pertamina telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Hasil ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan dan pengujian di seluruh SPBU Pertamina di seluruh Indonesia,” jelas Simon.
Sebagai langkah perbaikan, Simon menyatakan bahwa Pertamina akan memperketat sistem pengawasan internal, meningkatkan transparansi dalam rantai distribusi BBM, serta memperkuat sinergi dengan lembaga pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas layanan energi bagi masyarakat.
Dugaan Korupsi yang Menimbulkan Kerugian Negara
Pernyataan Simon ini disampaikan setelah Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023. Kasus ini diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp193,7 triliun.
Kejaksaan Agung menyatakan bahwa dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, tersangka Riva Siahaan selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga diduga melakukan pembelian BBM jenis RON 92, padahal yang sebenarnya dibeli adalah RON 90 atau lebih rendah.
RON 90 tersebut kemudian dilakukan proses blending di storage atau depo untuk menghasilkan RON 92, yang dalam aturan yang berlaku tidak diperbolehkan. Modus ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai kualitas BBM RON 92 yang beredar di pasaran, terutama Pertamax.
Hasil Uji Sampel BBM

Sebagai respons atas dugaan ini, Pertamina telah menggandeng Lemigas untuk melakukan pengujian terhadap BBM yang beredar. Uji sampel dilakukan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Selatan, serta Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, seluruh sampel BBM Pertamina dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kualitas BBM Pertamina tetap dalam standar yang sesuai dengan regulasi.
Fokus pada Pelayanan Masyarakat
Selain berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola perusahaan, Simon juga menegaskan bahwa Pertamina akan memastikan ketersediaan energi yang memadai selama bulan Ramadan dan periode mudik Lebaran. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Pertamina siap bekerja maksimal untuk menjamin distribusi BBM tetap berjalan lancar.
“Kami memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan layanan energi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, kami terus mengoptimalkan operasional agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik,” kata Simon.
Di tengah sorotan tajam terhadap tata kelola Pertamina, Simon berharap bahwa upaya perbaikan yang dilakukan oleh perusahaan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap memberikan kepercayaan kepada Pertamina sebagai penyedia energi nasional yang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan.
Dengan adanya permohonan maaf dari Direktur Utama Pertamina dan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan, diharapkan kasus ini dapat segera dituntaskan. Kejadian ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk memperbaiki sistem pengelolaan energi di Indonesia serta memastikan transparansi dalam operasionalnya.
Meski dihadapkan pada tantangan besar, perusahaan pelat merah ini bertekad untuk terus meningkatkan mutu layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BBM yang mereka gunakan sehari-hari.
Rekomendasi :
- Kasus Korupsi Pertamina Coreng Kredibilitas BUMN
- Dua Tersangka Mafia Kasus Korupsi Minyak Oplosan
- Sebut Kerugian Pertamina Lebih Dari 1 Kuadriliun
Jangan Lewatkan Update Berikutnya! Langsung ke: caibo02.xyz