Progres pembangunan kantor Kemenko 3 IKN mencapai 80 persen. Kantor ini terdiri dari 4 gedung dan akan digunakan oleh Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM.
Proyek IKN Tahap 2: Pembangunan Berlanjut Meski Hadapi Tantangan
caibo02.xyz – Pembangunan Proyek Ibu Kota Negara (IKN) terus berlanjut ke tahap kedua setelah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp8,1 triliun. Meskipun sempat terjadi pemangkasan anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Rp6,3 triliun menjadi Rp5,2 triliun, proyek ini tetap berjalan sesuai rencana.
Tahap kedua pembangunan IKN direncanakan berlangsung dari tahun 2025 hingga 2029. Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penambahan anggaran ini merupakan bentuk dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian terkait. Kini, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp14,4 triliun, bagian dari total anggaran proyek IKN senilai Rp48,8 triliun.
“Kami diminta oleh Bapak Presiden Prabowo dan menteri-menteri lain untuk mempersiapkan dokumen tambahan anggaran sebesar Rp8,1 triliun, sehingga total mencapai Rp14,4 triliun, yang mana ini bagian dari Rp48,8 triliun,” ujar Basuki saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI, Rabu (12/2/2025), dikutip dari CNBC Indonesia.
Pendanaan Proyek IKN: Kombinasi APBN dan Investasi Swasta
Pembangunan IKN tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga menggandeng sektor swasta. Skema Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diperkirakan akan menarik investasi besar. Untuk tahap kedua, skema ini diperkirakan mendatangkan dana tambahan senilai Rp60,93 triliun, ditambah investasi swasta sebesar Rp6,49 triliun.
Berikut beberapa proyek utama yang sedang dalam tahap finalisasi studi kelayakan melalui skema KPBU:
- Pembangunan perumahan dan apartemen:
- PT Intiland Development Tbk (DILD) membangun 109 unit rumah tapak dan 41 tower apartemen dengan nilai investasi Rp33,03 miliar.
- PT Nindya Karya merencanakan pembangunan delapan tower apartemen senilai Rp2,6 miliar.
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) membangun delapan tower apartemen dengan nilai investasi Rp2,5 miliar.
- IJM-CHEC membangun 20 tower apartemen dengan nilai Rp3,4 miliar.
- Maxim Global Berhad membangun 10 tower apartemen senilai Rp4,4 miliar.
- PT Ciputra Nusantara menginvestasikan Rp5 miliar untuk membangun 10 tower apartemen dan 20 unit rumah tapak.
Selain proyek di atas, ada tujuh proyek infrastruktur yang saat ini dalam tahap persiapan, antara lain:
- Pembangunan enam ruas jalan utama dan moda transportasi umum (MUT) dengan total panjang mencapai 138,6 km.
- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 megawatt (MW) oleh Abu Dhabi Future Energy Company PJSC Masdar, dengan nilai investasi mencapai US$300 juta.
Alokasi Anggaran Proyek IKN Tahap 2

Anggaran Rp48,8 triliun yang disetujui pemerintah untuk pembangunan tahap kedua ini mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dasar hingga fasilitas pendukung kota.
Putusan ini didasarkan pada hasil Rapat Terbatas (Ratas) yang diadakan pada 1 Januari dan 3 Februari 2025. Basuki menegaskan bahwa meskipun ada pemangkasan dalam anggaran DIPA, proyek IKN tetap menjadi prioritas nasional.
“Pada saat itu, Pak Presiden telah menyetujui anggaran Otorita IKN sebesar Rp48,8 triliun. Jika ada efisiensi, itu hanya dalam DIPA yang awalnya Rp6,3 triliun menjadi Rp5,2 triliun,” jelas Basuki dalam keterangannya.
Masa Depan Proyek IKN: Tantangan dan Harapan
Meski mendapatkan dukungan anggaran dan investasi, proyek IKN tetap menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa kendala utama meliputi:
- Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam implementasi pembangunan.
- Ketergantungan pada investasi swasta, yang bisa dipengaruhi oleh faktor ekonomi global.
- Penyesuaian regulasi terkait tata ruang dan lingkungan, agar proyek berjalan sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Namun, dengan skema pendanaan yang semakin solid dan dukungan dari berbagai pihak, proyek IKN diharapkan dapat berjalan sesuai target dan menjadi pusat pemerintahan baru yang modern serta ramah lingkungan.
Dengan berbagai pembangunan yang terus berjalan, apakah proyek IKN benar-benar akan terealisasi tanpa hambatan berarti? Atau justru akan menghadapi tantangan besar di masa depan? Waktu yang akan menjawab.
Rekomendasi :
- Bandara Ibu Kota Nusantara VVIP Akan Berlanjut
- Anggaran IKN Diblokir Target Pindah Ibukota 2028
- Pembangunan IKN Masih Dipertanyakan Kepastiannya?
Jangan Lewatkan Update Berikutnya! Langsung ke: caibo02.xyz