Indonesia's Temasek-like Investment Body, Danantara
Peluncuran dan Struktur Holding Danantara
caibo02.xyz – Danantara diperkenalkan sebagai lembaga pengelola investasi negara dengan dua holding utama, yaitu holding investasi dan holding operasional.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi diluncurkan hari ini, Senin (24/2/2025). Sebagai lembaga pengelola investasi negara, Danantara memiliki dua perusahaan induk (holding) yang akan bertanggung jawab dalam mengelola dan mengembangkan aset negara.
Peluncuran Danantara ini sejalan dengan revisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN), yang mengatur tentang sistem pengelolaan investasi negara agar lebih efisien dan profesional.
Dua holding yang dibentuk di bawah Danantara adalah:
- Holding Investasi
- Holding Operasional
Masing-masing holding memiliki fungsi berbeda sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 3AB dan Pasal 3AK UU BUMN yang baru direvisi.
Holding Investasi: Mesin Pengelola Aset Negara
Holding Investasi merupakan perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki oleh negara, dengan misi utama untuk mengelola dan mengembangkan investasi negara secara strategis.
Berdasarkan Pasal 3AB UU BUMN, holding investasi Danantara memiliki tugas:
- Melakukan pengelolaan investasi negara dalam berbagai sektor strategis.
- Mengoptimalkan aset negara untuk meningkatkan nilai investasi.
- Menjalankan tugas tambahan yang diberikan oleh Kementerian BUMN atau lembaga terkait.
Dari segi kepemilikan saham, 1% saham seri A Dwiwarna dimiliki oleh Kementerian BUMN, sementara 99% saham seri B dipegang oleh BPI Danantara.
Holding Operasional: Mengelola Operasional BUMN
Di sisi lain, Holding Operasional bertugas untuk menjalankan operasional BUMN yang berada di bawah naungan Danantara.
Menurut Pasal 3AK UU BUMN, tugas utama holding operasional adalah:
- Melakukan pengelolaan operasional perusahaan-perusahaan BUMN.
- Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan oleh Kementerian BUMN atau badan terkait.
Holding ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional BUMN, sehingga mampu bersaing di tingkat global.

Pejabat yang Ditunjuk Memimpin Danantara
Sebagai lembaga strategis, Danantara dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak di dunia bisnis dan investasi. Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik tiga pejabat utama untuk memimpin Danantara, yaitu:
-
Rosan Roeslani sebagai Kepala BPI Danantara
- Rosan sebelumnya dikenal sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan mantan Ketua Kadin Indonesia.
- Berpengalaman dalam dunia bisnis dan investasi.
-
Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara
- Dony dikenal sebagai eks petinggi Garuda Indonesia dan memiliki pengalaman di sektor aviasi dan hospitality.
-
Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara
- Pandu merupakan investor ternama yang juga dikenal dalam dunia startup dan investasi digital.

Danantara Kelola Aset Senilai Rp15.978 Triliun
Salah satu alasan utama pembentukan Danantara adalah untuk mengelola aset negara secara lebih profesional.
Total aset yang dikelola oleh Danantara mencapai US$980 miliar atau setara Rp15.978 triliun. Dana ini akan diinvestasikan ke dalam proyek-proyek strategis yang memiliki dampak jangka panjang bagi perekonomian nasional.
Danantara akan berfokus pada investasi di sektor-sektor berkelanjutan, antara lain:
- Energi terbarukan
- Manufaktur canggih
- Industri hilir
- Produksi pangan strategis
Dengan model pengelolaan aset yang lebih modern, Danantara diharapkan bisa memastikan investasi negara menghasilkan keuntungan optimal serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Mengapa Danantara Dibentuk?
Pembentukan Danantara bukan tanpa alasan. Ada beberapa tantangan dan kebutuhan mendesak yang membuat pemerintah merasa perlu membentuk lembaga ini:
-
Mengoptimalkan Aset Negara
- Selama ini, banyak aset negara yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
- Danantara bertugas untuk memastikan aset-aset ini dikelola secara profesional dan menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.
-
Meningkatkan Efisiensi BUMN
- Banyak BUMN yang menghadapi tantangan efisiensi dan profitabilitas.
- Dengan adanya holding operasional, BUMN diharapkan dapat lebih fokus dan efektif dalam menjalankan bisnisnya.
-
Menarik Investasi Global
- Danantara diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi asing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Dengan tata kelola investasi yang transparan dan profesional, Indonesia bisa menjadi destinasi investasi yang lebih menarik.
-
Mendukung Visi Ekonomi Jangka Panjang
- Pemerintah ingin memastikan bahwa aset negara berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
- Investasi di sektor energi hijau dan industri hilir akan membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam mentah.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski memiliki potensi besar, Danantara juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
- Transparansi dalam pengelolaan aset negara.
- Menyeimbangkan kepentingan antara investasi dan kepentingan sosial.
- Menarik investasi global di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, dengan kepemimpinan yang kuat serta model bisnis yang jelas, Danantara memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak investasi nasional di masa depan.

Danantara, Babak Baru Pengelolaan Aset Negara
Peluncuran Danantara menandai era baru dalam pengelolaan investasi negara. Dengan dua holding utama yang memiliki tugas berbeda, Danantara diharapkan bisa memastikan aset negara dikelola secara optimal dan efisien.
Sebagai lembaga investasi, Danantara tidak hanya bertanggung jawab mengelola aset senilai Rp15.978 triliun, tetapi juga harus memastikan bahwa investasi yang dilakukan berkontribusi pada pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Kini, publik menantikan bagaimana langkah nyata Danantara dalam mengubah wajah investasi negara dan apakah lembaga ini bisa benar-benar membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia.
Rekomendasi :- Sekolah Perwira Polri Jadi Sorotan Publik Kontroversi
- Terjadi Lagi! Oknum Polisi Tipu Sesama Polisi Janjikan Perwira
- Band Sukatani Diusulkan DPR Jadi Duta Polri