
Ringkasan Cepat:
- PT Pakerin (Mojokerto) berpotensi PHK 2.500 pekerja, PT Feng Tay (Bandung) sudah merumahkan 4.000 karyawan
- Dua perusahaan komponen otomotif berafiliasi Jepang di Pasuruan dan Mojokerto juga terancam PHK ribuan pekerja
- Penyebab beragam: krisis permodalan, berakhirnya order ekspor, hingga relokasi produksi EV ke Vietnam
Mojokerto/Bandung, 22 Juni 2026 — Sedikitnya 6.500 pekerja di Jawa Timur dan Jawa Barat menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), menyusul temuan Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, terhadap PT Pakerin di Mojokerto dan PT Feng Tay di Bandung, akibat krisis permodalan dan berakhirnya pesanan ekspor sepatu Nike.
Mengapa Ini Penting?

Temuan ini diungkap Said Iqbal — yang juga menjabat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) — dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026), setelah kunjungan kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan ke kawasan industri Jawa Timur dan Jawa Barat. Di PT Pakerin, produsen bubur kayu untuk bahan baku kertas di Mojokerto, sekitar 80 persen aktivitas produksi sudah berhenti. Penyebabnya adalah modal kerja perusahaan senilai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun yang tersimpan di Bank Prima — bank yang dilikuidasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dananya kini dikuasai Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Selain industri kertas, ancaman PHK juga merembet ke sektor komponen otomotif. Dua perusahaan raksasa di Pasuruan dan Mojokerto yang berafiliasi dengan prinsipal asal Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan relokasi sebagian produksi ke Vietnam, seiring fokus diversifikasi ke kendaraan listrik. Fenomena ini sejalan dengan tantangan yang lebih luas di sektor manufaktur nasional, termasuk yang kerap dibahas dalam berbagai ajang pameran teknologi manufaktur nasional sebagai upaya menjaga daya saing investasi Indonesia.
“…ada dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Saya belum bisa sebut nama perusahaannya.”
— Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, 21 Juni 2026 (Kontan)
Reaksi dan Dampak

Dampak gelombang PHK ini berpotensi memperberat tren ketenagakerjaan nasional yang sudah menunjukkan tekanan. Berdasarkan Satu Data Ketenagakerjaan, sebanyak 23.470 pekerja tercatat ter-PHK sepanjang Januari–Mei 2026 dan terdaftar dalam program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Jawa Barat mencatat angka tertinggi dengan 5.044 pekerja, disusul Banten 2.596 pekerja, dan Jawa Timur 2.332 pekerja — dua provinsi yang juga menjadi lokasi kasus PT Pakerin dan PT Feng Tay.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmen menekan angka PHK. Said menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit tidak menginginkan adanya pemutusan hubungan kerja, dan meminta agar pekerja yang masih bekerja tetap dijaga posisinya. Untuk kasus PT Feng Tay, Said menjelaskan bahwa 4.000 karyawan sudah dirumahkan karena order sepatu Nike telah selesai dikerjakan.
“Saat ini, 4.000 karyawan sudah dirumahkan.”
— Said Iqbal, 21 Juni 2026 (Bisnis.com/Harian Jogja)
Sejauh ini, baik perusahaan terkait maupun Kementerian Perindustrian belum mengeluarkan pernyataan resmi soal kabar relokasi pabrik komponen otomotif tersebut. Gelombang kekhawatiran tenaga kerja seperti ini bukan hal baru — sebelumnya situasi serupa pernah memicu aksi ribuan buruh yang sempat memadati kantor DPR untuk menuntut perlindungan pekerjaan. Bagi pekerja yang sudah dirumahkan, tekanan finansial turut meningkatkan risiko seperti potensi gagal bayar pinjaman online di kalangan korban PHK akibat hilangnya penghasilan tetap.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Jumat, 5 Juni 2026 | Satu Data Ketenagakerjaan rilis angka 23.470 pekerja ter-PHK Januari–Mei 2026 | Kontan |
| Minggu, 21 Juni 2026 | Said Iqbal gelar konferensi pers virtual, ungkap 4 perusahaan terancam PHK massal | CNBC Indonesia, Bisnis.com |
| Minggu, 21 Juni 2026 | Terungkap potensi PHK 2.500 pekerja di PT Pakerin, Mojokerto | CNN Indonesia |
| Minggu, 21 Juni 2026 | Terungkap 4.000 karyawan PT Feng Tay, Bandung, sudah dirumahkan | Harian Jogja, Bisnis.com |
| Minggu, 21 Juni 2026 | Terungkap potensi PHK di dua perusahaan komponen otomotif Pasuruan–Mojokerto | Detik Finance, Liputan6 |
| Senin, 22 Juni 2026 | Said Iqbal rencanakan kunjungan langsung ke PT Feng Tay bersama Kemnaker | CNN Indonesia |
Apa Selanjutnya?

Said Iqbal dijadwalkan mendatangi langsung PT Feng Tay di Bandung pada Senin (22/6) bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, dinas tenaga kerja, dan serikat buruh untuk memverifikasi kondisi di lapangan. Untuk kasus komponen otomotif, Said telah menginstruksikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) membuka komunikasi dengan manajemen perusahaan guna memastikan perlindungan hak pekerja jika restrukturisasi benar terjadi.
Said juga berencana melaporkan seluruh temuan ini kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara, dan pimpinan DPR RI sebagai bagian dari mitigasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Momentum ini turut beririsan dengan desakan Presiden Prabowo agar revisi UU Ketenagakerjaan lebih berpihak ke buruh, yang sebelumnya sudah bergulir di tingkat pembahasan legislasi. Hingga artikel ini ditulis, belum ada keputusan final dari pihak perusahaan terkait relokasi maupun PHK.
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi caibo02.xyz.







