Jeffrey Sachs resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat BPI Danantara. Penunjukan ekonom ternama asal Amerika Serikat ini diumumkan langsung oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 24 Maret 2025.
Sachs menjadi satu dari beberapa tokoh global yang masuk ke dalam struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), bersama nama-nama seperti Ray Dalio, Helman Sitohang, Chapman Taylor, dan Thaksin Shinawatra.
Rosan menjelaskan bahwa pembentukan dewan penasihat ini melalui proses seleksi yang ketat. Ia meyakini kehadiran sosok berpengaruh seperti Sachs akan memberikan dampak positif bagi pengelolaan investasi strategis nasional.
“Ini tim yang sudah melalui tahapan seleksi yang sangat ketat,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.
Kiprah Jeffrey Sachs di Dunia Ekonomi Global
Jeffrey Sachs dikenal luas sebagai ekonom yang memiliki spesialisasi di bidang pembangunan berkelanjutan, keuangan internasional, dan isu-isu inflasi. Namanya mencuat secara global saat terlibat aktif sebagai penasihat ekonomi untuk sejumlah lembaga besar dunia, seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan OECD.
Sachs lahir di Detroit, Michigan, pada 5 November 1954. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktoral di Harvard University. Karier akademiknya pun terbilang gemilang. Pada usia 26 tahun, Sachs sudah menjabat sebagai profesor tetap di universitas tersebut.
Setelah berkarya di Harvard, Sachs bergabung dengan Columbia University dan menjabat sebagai Direktur Center for Sustainable Development. Di lembaga ini, ia memimpin berbagai proyek yang berfokus pada solusi tantangan pembangunan global.
Sachs juga pernah berperan penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia usai krisis 1998, sebagai bagian dari tim penasihat internasional yang bekerja sama dengan pemerintah saat itu.
Baca Juga: Pengurus BPI Danantara Pandu Sjahrir
Peran dalam Agenda Global dan PBB
Antara tahun 2002 hingga 2006, Jeffrey Sachs dipercaya menjadi penasihat khusus Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan untuk UN Millennium Project. Program ini melahirkan inisiatif ambisius Millennium Development Goals (MDGs) yang bertujuan mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesehatan global, serta memberdayakan perempuan.
Selain itu, Sachs juga menjabat sebagai Presiden Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB, Wakil Ketua Dewan Insinyur untuk Transisi Energi, serta Komisioner Komisi Pita Lebar PBB untuk Pembangunan. Ia juga menjadi salah satu advokat utama Sustainable Development Goals (SDGs) di bawah Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres.

Akademisi dan Penulis Buku Berpengaruh
Di luar aktivitas kebijakan publik, Sachs dikenal aktif dalam dunia akademik dan literasi ekonomi. Ia menulis beberapa buku populer seperti The End of Poverty (2005), Common Wealth: Economics for a Crowded Planet (2008), dan The Price of Civilization (2011).
Atas dedikasinya di bidang pembangunan berkelanjutan dan pemikiran ekonominya, Sachs menerima berbagai penghargaan internasional, termasuk Penghargaan Tang pada 2022 dan Blue Planet Prize pada 2015.
Reputasinya di dunia akademik juga diakui secara luas, dengan lebih dari 40 gelar doktor kehormatan dari berbagai universitas ternama di dunia.
Masuknya Jeffrey Sachs ke dalam Dewan Penasihat Danantara menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin serius menata arah kebijakan investasinya. Dengan pengalaman global dan rekam jejak yang solid, kehadiran Sachs diharapkan membawa perspektif baru dalam pembangunan berkelanjutan.
Langkah ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara dan sektor dalam menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Simak ulasan terbaru dari kami! caibo02.xyz